Senin, 24 Mei 2010

ahhhhh...
seperti kata dunia kita menangis...
kelam jiwa merenggut setiap pelopor jiwa ...
terbaring dibawah bukit yang jauh lebih dalam dan kelam...
jiwa2 itu terangkat kembali terdampar dipinggiran kota yang kian ramai dan pikuk...
menyapu tiap debu terhempas dengan ketegaran jiwa2 yang hidup kembali...
bukan mimpi tetapi benar dia bukan...

Jumat, 13 Maret 2009

harrapan

hangatnya sinar mentari
menyambut semua jiwa yang sepi.
berikan harapan dengan cinta,
tuk lanjutkan langkah menuju harapan hati.
cintailah cinta dengan hatimu,
rasakanlah bagaimana cinta membelai jiwamu.
janganlah kau salah melangkah dalam hidup ni,
karna hidup ni terlalu singkat jika lewatkan pada pilihan yang salah.

Senin, 02 Maret 2009

APA DIA TAHU

dalam tiap bayangan senja yang begitu indah
kuingin kau hadir kembali
dalam kurungan waktu penat
kuingin kau ada
dalam setiap emosiku yang terhempas
kuingin kau ada

apa semua dilema ini akan berakhir?
kutahu kau jawabku
apa tiap senyumku tak berarti lagi?
kutahu kau jawabku
apa tangisan ini tak berarti lagi?
kurasa kau tahu itu

kenapa tiap cobaan datang tanpa henti
merenggut hariku dengan teka-teki yang tak jelas
setiap detiknya selalu memberi aku kebimbangan yang tak pasti
inilah kebimbangan, selalu membuat kita bimbang
teriak kurasa ku ingin
marah ,kurasa aku tidak harus berada di dalamnya
ikhlas, sujud, tawakal kurasa ku harus
ridhomu selalu kunanti

bukan aku

Sabtu, 24 Januari 2009

harus

kau indah dalam senyuman
kau terang dalam gelap malam
seberkas rayuan tergores dalam tajam menusuk hati
indah saat itu datang menghampiri diri yang kalut akan kau

kau berkas yang sempat hilang dalam ingatan
hadir kembali mengisi musim yang telah berganti
kau, rapuhku dalam tiap ucapmu kemarin, sayang?
terbalik diantara genangan air mata yang kering kembali

harapan, bukan sekedar ingin ku
kemenangan, dalam kalahku kau berkuasa atas segalanya
takutku, semua tau mati akan terasa bimbang
dilemaku, kuharapkan kau ada

BY : ceingtoebae

Sekali Saja



Jika aku minta kau untuk dengarkan aku
Dan kau malah memberikan saran,
Kau tidak mengerjakan apa yang ku minta
Jika ku minta kau untuk dengarkan aku
Dan kau katakan aku seharusnya tidak
berbertanya begitu? kau sebenarnya menindas perasaanku yang kaku.
Jika ku minta kau untuk dengarkan aku
Dan kau merasa, kau harus melakukan
sesuatu untuk memecahkan masalahku
Kau sebenarnya mengecewakan aku
teladani aku, yang kuminta darimu
hanya tolong dengarkan, bukan bicara
atau melakukan sesuatu—cuma
dengarkan saja.
Aku bisa menolong diriku sendiri, aku
bukannya tidak berdaya,
Mungkin kurang berani atau ragu-ragu,
tapi bukannya tidak berdaya
Jika kau lakukan sesuatu untuk ku
Yang bisa dan perlu ku lakukan sendiri,
Kau sebenarnya memupuk ketakutan dan
kelemahanku
Jika kau menerima perasaan-perasaanku,
seaneh apapun itu,
Aku bisa berhenti meyakinkan mu dan
Mulai mengerti apa yang tersirat dalam
perasaan-perasaan aneh dan tidak masuk
akal itu
Jika itu sudah jelas,
Segala jawaban akan muncul dengan
sendirinya.
Mungkin itu sebabnya doa-doa manjur
untuk beberapa orang.
Tuhan tidak perlu bicara
Tuhan tidak memberi saran atau mencoba
membereskan masalah
Tuhan hanya mendengar
Dan memberi kita kesempatan untuk
menyelesaikan sendiri persoalan-
persoalan kita.
Jadi, tolong dengarkan saja aku
Dan kalau kau ingin bicara, tunggu
giliranmu dan aku akan merasa senang
untuk mendengarkan juga

jeritan yang kau sembunyikan itu pasti tak sabarkan untuk
kau rang-raungkan

by: ceingtoebae

Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur.

Bibit yang pertama berkata, "Aku ingin tumbuh besar.Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini,dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan
kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku yang segar nan hijau."

Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang tinggi melayang.

Bibit yang kedua bergumam. "Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap?
Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman."

Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.

Renungan:
Memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada pemai-pemain yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam kekurangan optimistis hidup kita, kengerian, keraguan, dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu dengan gagah. Dan karena hidup adalah pilihan, maka, pilihlah dengan bijak.